Read

0

E-NEWS

Unknown Senin, 28 Oktober 2013
gaya bahasa Vicky Prasetyo mantan Zaskia GotikPOSTINGISASI VICKYSI PRASETYOSI

Vicky Prasetyo, lelaki berwajah tampan yang kabarnya berpendidikan S-3 dari Amerika Serikat, yang ramai diberitakan pers karena diduga menipu beberapa perempuan, berbicara kepada 
wartawan dengan gaya bahasa antah berantah. Kalimat-kalimatnya sukar untuk dipahami. Pilihan kata-katanya bikin kepala puyeng. Aku mau muntah mendengar diksi yang terucap dari mulut Vicky yang berlagak cendekia itu.


Dari cuplikan videonya di Youtube, inilah "mantra-mantra tingkat dewa" ala Vicky Prasetyo:

"Di usiaku saat ini, twenty nine my age, aku tetap masih merindukan apresiasi. Karena, basically, aku senang musik, walaupun kontroversi hati aku lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran, ya."

"Kita belajar, apa, ya, harmonisisasi dari hal terkecil sampai terbesar. Aku pikir kita nggak boleh ego terhadap satu kepentingan danmengkudeta apa yang kita menjadi keinginan."

"Dengan adanya hubungan ini bukan mempertakut, bukanmempersuram statusisasi kemakmuran keluarga dia, tapi menjadiconfident."

"Kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita tetap lebih baik, dan aku sangat bangga."

Perhatikanlah kata-kata yang kutandai dengan huruf miring ala gaya bahasa tingkat tinggi Vicky Prasetyo:

  1. twenty nine my age
  2. kontroversi hati
  3. konspirasi kemakmuran
  4. harmonisisasi
  5. mengkudeta apa yang kita menjadi keinginan
  6. mempertakut
  7. mempersuram statusisasi kemakmuran
  8. confident
  9. mensiasati kecerdasan
  10. labil ekonomi


Orang-orang di Twitter pun ketularan gaya berbahasa Vicky memakai sufiks alias akhiran {-isasi} dan awalan {memper-}.

Di video lain Youtube terlihat Vicky Prasetyo, yang bernama asli Hendriyanto, memulai pidatonya dalam bahasa Inggris ketika mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Karang Asih di Bekasi: "I am from the birthday in Karang Asih."

Dalam istilah orang Batak, Vicky adalah contoh sarjana latteung! Kaum intelek abal-abal.

Pernah dalam buku Diksi dan Gaya Bahasa, pendekar bahasa Indonesia Gorys Keraf berpendapat: "Menulis kalimat berbelit-belitdan memakai kata-kata kabur tak terarah menandakan bahwa penulis tidak memahami topik yang dibahasnya. Ia mencoba menyembunyikan kekurangannya di balik berondongan kata-kata hampa."


Sumber : http://menuliskalimat.com/2013/09/vickyprasetyo.html

0 komentar:

Posting Komentar